Dalam beberapa tahun terakhir, minuman kekinian seperti kopi susu, milk tea, dan matcha latte semakin populer. Di balik rasa creamy yang disukai banyak orang, ada dua bahan yang sering digunakan yaitu non-dairy creamer dan susu.
Meski terlihat serupa, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Banyak pelaku usaha minuman bahkan menggunakan non-dairy creamer sebagai pengganti susu karena dinilai lebih praktis dan fleksibel untuk berbagai menu.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara non-dairy creamer dan susu bubuk? Simak penjelasannya berikut ini.
Non-Dairy Creamer
Non-dairy creamer adalah bubuk krimer “non-dairy” bukan berasal dari hewani melainkan dari nabati, dibuat untuk memberikan body dan tekstur creamy pada minuman dan makanan.
Non-Dairy Creamer yang berasal dari nabati sehingga tidak menimbulkan aroma langu pada susu, namun tetap menstabilkan konsistensi minuman,
Susu Bubuk
Susu bubuk merupakan produk hewani yang dihasilkan dari proses pengeringan susu cair hingga menjadi bubuk. Karena berasal dari susu sapi, produk ini memiliki rasa susu yang khas.
Susu bubuk biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti minuman susu, bahan kue, atau campuran makanan.
Namun, dengan takaran gramasi yang sama, susu bubuk terkadang kurang memberikan tekstur creamy dan konsistensi yang diinginkan dibandingkan non-dairy creamer.
Perbedaan Non-Dairy Creamer dan Susu Bubuk
Berikut beberapa perbedaan utama antara non-dairy creamer dan susu bubuk yang perlu diketahui.
1. Perbedaan dari Segi Fungsi
Susu bubuk pada dasarnya digunakan sebagai sumber susu dalam berbagai resep. Sementara itu, non-dairy creamer lebih diformulasikan untuk memberikan rasa creamy pada minuman.
Karena itu, non-dairy creamer sering digunakan sebagai pengganti susu dalam proses pembuatan berbagai minuman seperti kopi susu, milk tea, dan minuman cokelat.
Selain itu, sifatnya yang fleksibel membuat non-dairy creamer dikenal sebagai krimer serbaguna yang cocok untuk berbagai kebutuhan kuliner.
2. Perbedaan dari Segi Tekstur
Tekstur minuman juga menjadi salah satu faktor penting dalam dunia minuman kekinian. Non-dairy creamer biasanya memberikan tekstur yang lebih creamy dan lembut dibandingkan susu bubuk.
Hal ini membuat banyak pelaku usaha minuman memilih non-dairy creamer agar hasil minuman lebih konsisten dan memiliki mouthfeel yang lebih rich.
3. Perbedaan dari Segi Kelarutan
Kelarutan bahan sangat penting terutama untuk minuman yang disajikan dingin.
Elite Creme non-dairy creamer tersedia dengan varian Cold Soluble yaitu krimer larut air dingin, sehingga dapat langsung tercampur dengan minuman es tanpa perlu dilarutkan terlebih dahulu dengan air panas.
Sebaliknya, susu bubuk biasanya lebih mudah larut dalam air hangat atau panas dibandingkan air dingin.
Inilah sebabnya mengapa krimer larut air dingin sering menjadi pilihan untuk minuman seperti:
- Es kopi susu
- Thai tea
- Matcha latte
- Milk tea
4. Perbedaan dari Segi Fleksibilitas Penggunaan
Salah satu alasan utama non-dairy creamer banyak digunakan adalah fleksibilitasnya dalam berbagai resep.
Produk ini dikenal sebagai krimer serbaguna karena dapat digunakan untuk:
- Kopi susu
- Minuman cokelat
- Milk tea
- Dessert minuman
- Puding dan dessert box
- Opor, Garang Asam, Bobor Bayam, dan berbagai hidangan lainnya
Dengan satu bahan saja, banyak menu dapat dibuat dengan hasil yang tetap creamy dan konsisten.
5. Perbedaan dari Segi Efisiensi untuk Bisnis
Bagi pelaku usaha minuman, efisiensi bahan sangat penting untuk menjaga biaya produksi.
Non-dairy creamer sering dipilih sebagai pengganti susu karena lebih ekonomis dengan perbandingan jumlah takaran gramasi yang sama.
Selain itu, rasa creamy yang dihasilkan juga lebih stabil untuk berbagai jenis minuman.
